PERBEDAAN PERLAKUAN SI MISKIN DAN SI KAYA
Banyak kita temui dalam kehidupan sehari, mungkin para emak-emak dan bapak-bapak pernah mengalaminya.
Kalau orang miskin.
"Lo kentut ya?"
"Iya, qw kentut, maaf" ucapnya sambil cengengesan.
"Nggak ada otak lo ya, kentut malah cengengesan, udah bau lagi"
Kalau orang kaya.
"Kamu kentut ya?"
"Iya, aku kentut" ucapnya juga cengengesan.
"Mungkin kamu lagi masuk angin"
"Iya, mungkin"
Kalau miskin pake baju jelek.
"Tu si Doni, nggak kebeli apa pakaian sama dia, udah bajunya lusu, dekil lagi"
Kalau yang kaya.
"Si Dani, sederhana kali hidupnya, walaupun dia banyak duit, tapi dia tidak sombong, baju udah compang-camping gitu, masih aja dia pake"
Kalau miskin berbuat baik.
"Mau ngasih duit orang, buat makan aja susah"
Kalau yang kaya.
"Dermawan sekali ya bapak itu, dia mau berbagi sama orang-orang"
Kalau si miskin minjam kendaraan.
"Pak pinjam mobil, bentar"
"Mau minjam mobil orang, ntar kalau jatuh kamu mampu ganti"
Kalau si kaya.
"Pak pinjam mobil, bentar"
"Iya pake aja bang, nggak apa-apa kok"
Kalau orang miskin ngerusakin barang orang.
"Pak, maaf barangnya rusak, Pak"
"Tu kan, apa aku bilang, pinjam barang orang tu hati-hati pakenya, udah rusak, kan ... Lo harus ganti"
"Kalau orang kaya yang ngerusakin.
"Pak maaf, barangnya rusak Pak"
"Nggak apa-apa Bang, biar aja, ntar beli baru lagi"
Begitu lah perlakuan kebanyakan orang kepada si kaya dan si miskin, jadi yang aku buat diatas emang benar adanya, terkadang, hidup harus kaya dulu, baru bener Dimata orang dan dihargai, kalau kita miskin, apapun yang kita buat akan selalu salah Dimata orang.
Jadi masukan dari saya kalau ingin kaya dan di hargai, tetap lah berusaha dengan maksimal, jangan patah semangat untuk mencari pundi-pundi rupiah dan jangan lupa berdoa, karena usaha tanpa doa sombong dan doa tanpa usaha omong kosong. Usaha udah maksimal, doa pun juga udah, tapi masih miskin, berarti takdir kita udah begitu, sama halnya dengan aku.
Timit
TTD. Nando Iswan Putra